PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA

1
43870

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPRIBADIAN REMAJA

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Seiring berjalannya waktu banyak perubahan sifat dan watak pada remaja. Perubahan tersebut disebabkan karena banyak faktor, antara lain media internet, media komunikasi,pendidikan, pergaulan teman sebaya dan juga lingkungan keluarga. Sebuah faktor yang paling berpengaruh besar adalah di lingkungan keluarga. Manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial yang artinya tidak bisa hidup tanpa individu lain. Pengaruh lingkungan sosial bagi remaja menuai dampak positif dan negatif.

Dalam perkembangan sosial remaja, teman sebaya sangatlah berperan penting. Peranan teman sebaya terhadap remaja terutama berkaitan dengan sikap, pembicaraan, minat, penampilan, dan perilaku.remaja sering kali menilai bahwa bila dirinya memakai model pakaian yang sama dengan anggota kelompok yang populer, maka kesempatan baginya untuk diterima oleh teman-teman sebayanya menjadi besar. Demikian pula bila anggota kelompok mencoba minum alkohol, obat-obatan terlarang atau rokok, maka remaja cenderung mengikutinya tanpa memperdulikan akibatnya. Hal ini cukup membuktikan pengaruh lingkungan sosial terhadap perkembangan hubungan sosial remaja. Remaja seharusnya melakukan adaptasi di dalam kehidupan sosialnya dalam berinteraksi dalam pergaulan sehari-harinya, karena dengan adaptasi remaja dapat menyesuaikan diri dalam bertingkah laku dan cara berpikir didalam lingkungannya ke arah yang positif.

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan yaitu:

  1. Bagaimana pengaruh lingkungan keluarga terhadap kepribadian remaja?
  2. Bagaimana peran lingkungan sekolah terhadap kepribadian remaja ?
  3. Bagaimana pergaulan dapat merubah tingkah laku remaja terhadap kepribadiannya?

C.  Batasan Masalah

Pada makalah ini saya hanya mengambil kesimpulan dari penelitian yang diambil dari siswa kelas XII IPS Unggul SMAN 2 Rejang Lebong.

D.  Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:

  1. Memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
  2. Mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap kepribadian remaja
  3. Ikut serta mengatasi prilaku menyimpang di dalam lingkungan teman sebaya.

E.  Manfaat penelitian

Mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap kepribadian remaja khususnya siswa SMAN 2 Rejang Lebong kelas XII IPS Unggul dan cara yang dapat mencegah remaja agar tidak terpengaruh buruk terhadap lingkungan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.  Pengertian Kepribadian

Gordan allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan suatu yang dapat berubah. Secara eksplesit allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

Secara umum kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain . kepribadian paling sering di deskripsikan dalam istilah sifat yang bisa di ukur yang ditujukan oleh seseorang. Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu.

B.  Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, para tenaga kependidikan dan teman-teman sebaya dapat mempengaruhi kepribadian seorang remaja. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku positif akan menjadi daya dorong pembentuk kepribadian siswa yang baik. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah berfungsi dan bertujuan untuk memfasilitasi proses perkembangan kepribadian pada remaja.

Selanjutnya  , yang termasuk lingkungan sosial adalah masyarakat dan juga teman bermain. Lingkungan kumuh dan teman-teman bermain yang berkepribadian tidak baik  akan sangat mempengaruhi pembentuk kepribadian pada remaja.

Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kepribadian remaja adalah orang tua dan keluarga remaja itu sendiri. Keluarga dikenal sebagai lingkungan pembentuk kepribadian yang pertama. Pandangan yang sangat menghargai posisi dan peran keluarga sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang istimewa. Pandangan seperti itu sangat logis dan mudah dipahami karena beberapa alasa berikut:

1. keluarga lazimnya merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Begitu anak lahir, keluargalah yang langsung menyambut dan memberikan layanan interaktif kepada anak.

2. sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga.

3. karakteristik hubungan orang tua dan anak berbeda dari hubungan anak dengan guru maupun teman bermain.

4. interaksi kehidupan orang tua dan anak di rumah bersifat “asli”, seadanya dan tidak dibuat-buat.

Perkembangan kepribadian anak sangat di pengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Karenanya, keharmonisan keluarganya menjadi sesuatu hal mutlak untuk diwujudkan. Ketika keikhlasan, kejujuran dan kerjasama kerap diperlihatkan oleh anggota keluarga maka hampir bisa di pastikan hal yang sama akan menjadi kepribadian di dalam diri anak.

C. Upaya Menciptakan Kepribadian Yang Positif

Kepribadian yang baik adalah peningkatan pada diri setiap individu yang ingin memiliki kepribadian yang baik. Di antara yang dapat membentuk kepribadian yang baik adalag sebagai berikut:

1. Pastikan diri selalu jujur dalam situasi apapun. Situasi yang canggung selalu akan membuat diri merasa tidak nyaman. Jangan berusaha menjadi orang lain. Jika bertemu dengan orang-orang baru, jangan khawatir saat kita tidak memiliki kesamaan dengan mereka, cukup pastikan diri bersikap ramah.

2. Jadilah orang yang bahagia. Selalu melihat ke sisi yang cerah, menerapkan pandangan yang positif dan tersenyum.

3.  Dalam lingkungan keluarga hendaknya orang tua berlaku bijaksana sebab sikap orang tua akan menjadi contoh bagi anaknya.

4. Keluarga haruslah menciptakan suasana yang harmonis, karena dengan demikian psikologis dan kepribadian seorang anak akan menjadi baik.

5. Bergabunglah kepada lingkungan yang baik, yang dapat menciptakan suasana-suasana kebahagiaan.

BAB III

METODE PENELITIAN

A.  Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dapat diartikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif, kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku orang-orang yang diamati. Adapun penulisan karya ilmiah ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran suatu keadaan secara terperinci disertai bukti.

B.  Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian ini bertempat di SMAN 2 Rejang Lebong, sedangkan waktu penelitian di laksanakan pada jam pelajaran Bahasa Indonesia.

C.  Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sesuai dengan permasalahan untuk menemukan jawaban dari penelitian ini, maka penelitian ini mengambil populasi dari kelas XII IPS Unggul SMAN 2 Rejang Lebong

2. Sampel

Sampel merupakan sebagian atau wakil yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 23 siswa dari kelas XII IPS Unggul.

D.  Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu yang diperoleh dari hasil      tanya jawab peneliti dan sampel.

E.  Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah ini adalah dengan metode tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan bersangkutan dengan masalah yang diteliti.

F.  Analisis Data

Analisis data yang digunakan adalah jumlah presentasi jawaban siswa dari setiap pertanyaan yang di berikan, dari jawaban tersebut kemudian diambil kesimpulan pengaruh lingkungan terhadap kepribadian siswa.

BAB IV

PEMBAHASAN

A.  Hasil Penelitian

Dengan metode tanya jawab dari sampel sebanyak 23 siswa kelas XI IPS Unggul SMAN 2 Rejang lebong, peneliti dapat mendapat hasil seperti di bawah ini:

1. Remaja yang berpersepsi positif terhadap teman sebayanya, memandang bahwa teman sebaya sebagai tempat memperoleh informasi yang tidak didapatkan di dalam keluarga, tempat menambah kemampuan dan menjadi tempat kedua setelah keluarga untuk mengarahkan dirinya (menuju kepada perilaku yang baik) serta memberikan masukan (koreksi) terhadap kekurangan yang dimilikinya, yang tentu saja akan membawa dampak baik bagi remaja yang bersangkutan (santrock, 1997).

2. Remaja yang berpersepsi negative terhadap teman-teman sebayanya, maka remaja melihat bahwa kelompok teman sebaya adalah sebagai kompensasi penebusan atas kekurangan yang dimilikinya atau sebagai ajang balas dendam terhadap lingkungan yang menolak atau memenuhi dirinya.

3. Remaja yang merasa frustasi (karena ketidakmampuannya menghadapi kekurangan dan penolakan dari lingkungan/merasa dikucilkan) secara spontan saling bersimpati dan tarik-menarik, kemudian menggerombol untuk mendapatkan dukungan moral, dan memuaskan segenap kebutuhannya.

4. Kecenderungan remaja akan rendah ketika remaja mampu berpersepsi bahwa teman sebaya adalah tempat untuk belajar bebas dari orang-orang dewasa (mandiri), belajar kepada kelompok, belajar menyesuaikan diri dengan standar kelompok, belajar bermain dan olahraga, belajar berbagi rasa, belajar bersikap sportif, belajar menerima dan melakanakan tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain, belajar perilaku sosial yang baik, dan belajar bekerja sama.

5. Pengaruh teman sebaya terhadap remaja itu ternyata berkaitan dengan iklim keluarga itu sendiri.

6. Remaja yang memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya(iklim keluarga sehat) cenderung dapat menghindarkan diri dari pengaruh negatif teman sebayanya, dibandingkan dengan remaja yang hubungan dengan orang tuanya kurang baik.

B.  Pembahasan Hasil Penelitian

1.  Pengaruh lingkungan keluarga terhadap kepribadian remaja sangatlah besar. Inti dari pembentuk kepribadian anak adalah pengasuhan orang tua secara aktif, perhatian dan kasih sayang yang penuh dari orangg tua, dan keharmonisan dalam keluarga serta terjalinnya komunikasi antar anggota keluarga akan menciptakan kepribadian yang positif bagi remaja. Kepribadia anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tuanya. Melalui perawatan dan perlakuan yang baik dari orang tua, anak dapat memenuhi kebutuhannya. Baik fisik-biologis, maupun sosiopsikologisnya. Apabila anak telah memperoleh rasa aman, penerimaan sosial dan harga dirinya maka anak dapat memenuhi kebutuhan tertingginya yaitu perwujudan diri (self actualizaton).

2.  Peran lingkungan sekolah terhadap kepribadian remaja adalah memberikan pendidikan moral secara langsung dalam lingkungan sosial guna membantu terlaksananya tujuan utama keluarga. Didalam lingkungan sekolah, guru merupakan orang tua yang membentuk kepribadian seorang remaja. Sikap yang akan diterapkan oleh siswa adalah contoh yang diberikan oleh gurunya. Guru yang bersikap sopan santun akan menciptakan siswa yang sopan santun pula.

3.  Pergaulan dapat merubah tingkah laku remaja terhadap kepribadiannya. Pergaulan yang positif akan menciptakan kepribadian positif, begitu sebaliknya. Peran teman sebaya atau teman sepermainan adalah membentuk kepribadian remaja yang kuat dan tangguh. Dukungan dari teman akan menjadi acuan seseorang untuk bertindak. Dukungan yang harus diterima hendaknya adalah dukungan yang baik, jika seseorang melakukan kejahatan seorang teman harus mengingatkan. Disanalah tindakan-tindakan positif dari diri seseorang akan muncul.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan

Masa anak merupakan periode perkembangan yang cepat dan dapat terjadinya perubahan dalam banyak aspek perkembangan. Pengalaman masa kecil mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan berikutnya. Pengetahuan tentang perkembangan anak dapat membantu mereka mengembangkan diri dan memecahkan masalah yang dihadapinya dan melalui pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dan pembentukan karakter atau kepribadian anak yang bermula dari lingkungan pertama dan lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Bagi kebanyakan anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pengaruh inti, setelah itu sekolah dan kemudian masyarakat. keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah penting. Orang tua adalah contoh atau model bagi anak, orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak ini dapat di lihat dari bagaimana orang tua mewariskan cara berpikir kepada anak-anaknya, orang tua juga merupakan mentor pertama bagi anak yang menjalin hubungan dan memberikan kasih sayang secara mendalam, baik positif atau negatif.

B.  Saran

Sebaiknya sebagai orang tua hendaknya selalu memperhatikan dan memberikan pengawasan serta bimbingan kepada anak-anaknya. Hal ini sangat diperlukan karena anak rentan terhadap pengaruh lingkungan. Orang tua harus memberikan teladan yang baik untuk anak-anaknya karena orang tua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian anak.

DAFTAR PUSRAKA

Hutagalung, Inge.2007.Pengembangan Kepribadian.Jakarta:Indeks.

http://adindaputriy.blogspot.com/2015/02/pengaruhlingkungan-keluarga-dan.html
https://www.abihamid.com/2010/06/pengaruh-lingkungan-keluarga-terhadap.html

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini